ASTA KOSALA KOSALI PDF

Materials[ edit ] Interior with a painted "barba" depicting an epic Hindu legend Traditional Balinese buildings seek to be in harmony with the environment. Traditional Balinese houses are built almost entirely of organic materials. The thatched roof usually uses ijuk black aren fibers , dried coconut or rumbia leaves, or sirap hard wood shingles arranged like tiles roof. Balinese people are known for their artistry. They have developed a sophisticated sculpting tradition that manifests in architecture rich with ornamentation and interior decoration. Balinese temples and palaces are exquisitely decorated with rich ornamentations, both wooden and stone sculpting, which usually depict floral patterns.

Author:Fenrigal Shaktirisar
Country:Belarus
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):27 November 2014
Pages:466
PDF File Size:7.36 Mb
ePub File Size:17.17 Mb
ISBN:221-9-21507-911-8
Downloads:16302
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakaran



Tweet on Twitter Astakosala-astakosali merupakan pengetahuan arsitektur tradisional Bali. Astakosala-kosali berisi pengetahuan tentang ajaran hakikat seorang arsitek undagi , hal-hal yang harus diketahui dan dipatuhi oleh undagi, dewa pujaan seorang undagi Bhatara Wiswakarma , ukuran-ukuran sikut yang digunakan dan dijadikan pedoman dalam melakukan kerja arsitektur, teknik pemasangan bahan bangunan, tata cara mengukur luas bangunan, jenis-jenis bangunan tradisional Bali, ajaran mengenai hubungan seorang undagi dengan pekerjaan dan kewajibannya terhadap Tuhan, jenis-jenis kayu yang layak dijadikan bahan bangunan, sesajen yang digunakan dalam mengupacarai bangunan, serta mantra-mantra yang wajib digunakan seorang undagi arsitek tradisional Bali.

Astakosala-kosali memiliki tradisi sejarah yang panjang. Tampaknya, astakosala-kosali sebagai pengetahuan arsitektur tradisional Bali telah dikenal pada abad ke Hal ini dibuktikan berdasarkan data Prasasti Bebetin berangka tahun Saka M.

Pada saat itu, di Bali telah dikenal ahli arsitektur tradisional Bali yang disebut Undagi. Asta Kosala Kosali, merupakan pengetahuan arsitektur tradisional Bali yang berisikan tentang cara penataan lahan untuk tempat tinggal dan bangunan suci. Penataan bangunan biasanya menggunakan anatomi tubuh manusia dalam hal ini pemilik rumah atau pekarangan. Pengukuran didasarkan pada ukuran tubuh, tidak menggunakan satuan internasional, antara lain: 1. Agemel : diukur keliling tangan yang dikepalkan 3.

Aguli : diukur ruas tengah jari telunjuk 4. Akacing : diukur pangkal sampai ujung jari kelingking tangan kanan 5. Alek : diukur pangkal sampai ujung jari tengah tangan kanan 6. Amusti : diukur ujung ibu jari sampai pangkal telapak tanga yang dikepalkan 7. Atapak batis : diukur sepanjang telapak kaki 8. Atapak batis ngandang : diukur selebar telapak kaki 9.

Atengen Depa Agung : diukur dari pangkal lengan sampai ujung jari tangan yang direntangkan Atengen Depa Alit : diukur dari pangkal lengan sampai ujung tangan yang dikepalkan Auseran : diukur dari pangkal ujung jari telunjuk yang ditempatkan pada suatu permukaan Duang jeriji : diukur lingkar dua jari jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan Petang jeriji : diukur lebar empat jari telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking yang dirapatkan Sahasta : diukur dari siku sampai pangkal telapak tangan yang dikepal Tanah yang patut dihindari sebagai tanah lokasi membangun perumahan adalah : 1.

Penataan Berdasarkan Kondisi a. Pekarangan Sempit. Dengan sempitnya pekarangan, penataan pekarangan sesuai dengan ketentuan Asta Bumi sulit dilakukan. Untuk itu jiwa konsepsi Tri Mandala sejauh mungkin hendaknya tercermin tempat pemujaan, bangunan perumahan, tempat pembuangan alam bhuta. Rumah Bertingkat. Untuk rumah bertingkat bila tidak memungkinkan membangun tempat pemujaan di hulu halaman bawah boleh membuat tempat pemujaan di bagian hulu lantai teratas.

Rumah Susun. Untuk rumah Susun tinggi langit- langit setidak- tidaknya setinggi orang ditambah 12 jari. Tempat pemujaan berbentuk pelangkiran ditempatkan di bagian hulu ruangan. Tata Letak Dalam Membangun Ketika rancangan rumah sudah selesai, dalam proses membangun rumah ada beberapa hal yang bisa menjadi patokan agar rumah lebih bersinergi positif. Yaitu sebagai berikut: 1. Bangunan yang terletak di timur,lantainya lebih tinggi sebab munurut masyarakat bali selatan umumnya,bagian timur dianggap sebagai hulu kepala yang disucikan.

Dari segi fengshui pun mengatakan dengan tatanan seperti sinar matahari tidak terlalu kencang,dan air tidak sampai ke bagian hulu sehingga memberikan energi yang lebih positif. Bagunan yang cocok untuk ditempatkan diareal itu adalah tempat suci keluarga yg disebut merajan atau sanggah. Dapur diletakan di arah barat barat daya dihitung dari tempat yang di anggap sebagai hulu tempat suci atau di sebelah kiri pintu masuk areal rumah, karena menurut konsep lontar Asta Bumi,tempat ini sebagai letak Dewa Api.

Sumur ato lumbung tempat penyimpanan padi jika bisa diletakan di sebelah timur atau utara dapur atau juga di sebelah kanan pintu gerbang masuk rumah karena melihat posisi Dewa Air. Bangunan balai bandung tempat tidur diletakan diarah utara,sedangkan balai adat atau balai gede ditempatkan disebelah timur dapur dan diselatan balai bandung.

Bangunan penunjang lainnya diletakkan di sebelah selatan balai adat Penentuan Pintu Masuk Selain menemukan posisinya yang tepat untuk menangkap dewa air sebagai sumber rejeki ukuran pintu masuk juga harus diatur. Jika membuat pintu masuk lebih dari satu,lebar pintu masuk utama dan lainya tidak boleh sama. Termasuk tinggi lantainya juga tidak boleh sama. Akan sangat bagus bila di sebelah kiri sebelah timur jika rumah mengadap selatan diatur jambangan air pot air yang diisi ikan.

Asta Kosala Kosali merupakan konsep tata ruang tradisional Bali berdasarkan konsep keseimbangan kosmologis Tri Hita Karana , hirarki tata nilai Tri Angga , orientasi kosmologis Sanga Mandala , ruang terbuka natah , proporsional dengan skala, kronologis dan prosesi pembangunan, kejujuran struktur dan kejujuran pemakaian material.

Apabila dimensi dan ukuran bangunan proporsional sesuai skala ukuran tubuh pemilik rumah disertai dengan ritual upakara dan hari baik maka dipercaya akan terjadi keseimbangan kehidupan penghuni rumah dengan lingkungan di sekitar pekarangan. Asta Kosala Kosali memiliki makna filosofis yang tinggi bagi masyarakat Bali, yang merupakan konsep tata ruang tradisional Bali yang berdasarkan pada : 1.

Hal-hal tersebut diatas merupakan pijakan bagi masyarakat Bali dalam melaksanakan pembangunan karena kepercayaan masyarakat bahwa berpedoman pada konsep pengetahuan Asta Kosala Kosali dalam membuat bangunan pemilihan lahan, pemilihan bahan, menentukan dimensi dan ukuran bangunan proporsional sesuai skala ukuran tubuh pemilik rumah disertai dengan ritual upakara dan hari baik maka dipercaya akan terjadi keseimbangan kehidupan penghuni rumah dengan lingkungan di sekitar pekarangan.

Astakosala-kosali berisi pengetahuan tentang ajaran hakikat seorang arsitek undagi , hal-hal yang harus diketahui dan dipatuhi oleh undagi, dewa pujaan seorang undagi Bhatara Wiswakarma , ukuran-ukuran sikut yang digunakan dan dijadikan pedoman dalam melakukan kerja arsitektur, teknik pemasangan bahan bangunan, tatacara mengukur luas bangunan, jenis-jenis bangunan tradisional Bali, ajaran mengenai hubungan seorang undagi dengan pekerjaan dan kewajibannya terhadap Tuhan, jenis-jenis kayu yang layak dijadikan bahan bangunan, sesajen yang digunakan dalam mengupacarai bangunan, serta mantra-mantra yang wajib digunakan seorang undagi arsitek tradisional Bali.

RACUNOVODSTVO KNJIGA PDF

Ich möchte Sie herzlich im Kosali begrüssen.

.

HEXAGRAMA 48 PDF

Asta Kosala Kosali : Balinese Fengshui with Suyoga: fotografía de Usada Bali, Ubud

.

CHUCK MANGIONE - CHILDREN OF SANCHEZ PDF

Balinese architecture

.

ELLIOTT CARTER TIMPANI PDF

Asta Kosala Kosali, Pengetauhan arsitektur tradisional Bali

.

Related Articles