JUJUN SURIASUMANTRI FILSAFAT ILMU PDF

Hubungan filsafat dengan ilmu bagaimana? Kedudukan ilmu di kehidupan itu seperti apa? Setidaknya pertanyaan itulah yang menyeruak dalam benak saya ketika melihat buku ini. Rasa penasaran, ketertarikan dan tentunya keinginan untuk memenuhi rasa ingin tahu saya akhirnya mendorong saya untuk membeli buku ini.

Author:Akinojind Arashitaur
Country:Rwanda
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):19 August 2016
Pages:373
PDF File Size:3.53 Mb
ePub File Size:18.88 Mb
ISBN:129-8-89769-485-4
Downloads:23309
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazirn



Sering kali seseorang mempunyai keinginan untuk mengetahui sesuatu. Sesuatu yang ingin diketahui itu ada dalam kehidupan sehari-hari.

Ada kalanya, rasa ingin tahu itu hanya sekedar keingintahuan yang sebentar. Di sisi lain, terkadang ada juga seseorang yang ingin mengetahui suatu hal karena memang benar-benar ingin tahu. Sehingga dia akan mencari apa yang ingin diketahuinya itu sampai dia mendapatkannya. Setelah hal yang dicari itu didapatkan, itulah yang dinamakan ilmu pengetahuan. Ada lagi saat-saat ketika seseorang ingin mendapatkan suatu pengetahuan, orang itu akan menemui keraguan dalam mengambil keputusan. Rasa ragu-ragu inilah yang nantinya akan menghasilkan suatu kepastian.

Pada saat rasa ingin tahu sesorang muncul dan menemui keraguan dalam membuat keputusan itulah yang memulai adanya filsafat.

Dalam mengambil kesimpulan diperlukan suatu pola berpikir untuk mendapatkan jawaban dari apa yang sedang dipikirkan. Pola berpikir tersebut adalah logika. Logika merupakan suatu rancangan berpikir yang bersifat lebih dari satu sudut pandang. Dalam mengambil kesimpulan, suatu pemikiran seseorang sangat mungkin berbeda dengan apa yang dipikirkan orang lain. Logika akan memengaruhi cara berpikir sesorang. Oleh karena itu, terkadang seseorang tidak konsisten dalam menjawab suatu permasalahan.

Dalam proses berpikir, penalaran akan membutuhkan sifat analitik. Kemampuan pikiran untuk menganalisa kejadian-kejadian dalam kehidupan akan membantu mendapatkan suatu kesimpulan. Sifat analitik akan menganalisa mana hal-hal yang diperlukan dan tidak diperlukan, mana hal yang baik dan buruk, serta yang umum dan khusus. Analisa akan dilakukan oleh pikiran, sehingga pikiran mampu untuk melakuan penalaran. Sementara itu, manusia akan mengembangkan pengetahuan dari penalarannya dengan bahasa, agar bisa lebih komunikatif.

Pengetahuan juga didasarkan atas logika. Logika memungkinkan manusia untuk bisa memisahkan hal-hal yang bersifat umum dan khusus. Selanjutnya manusia akan menggunakan dua metode dalam mengasah logikanya, yaitu deduktif dan induktif. Logika deduktif akan menarik hal-hal yang bersifat umum menjadi hal-hal yang bersifat khusus. Sedangkan logika induktif merupakan cara berpikir yang mengelompokkan hal-hal yang bersifat khusus menjadi hal yang bersifat lebih umum.

Tujuan akhir dari kedua metode tersebut adalah untuk menarik sebuah kesimpulan. Sumber pengetahuan merupakan asal mula pengetahuan itu berasal. Pengetahuan yang berasal dari pengetahuan yang besifat personal dan tidak bisa diramalkan disebut intuisi. Dalam intuisi, pengetahuan yang didapat muncul secara tiba-tiba tanpa melalui proses berpikir yang berliku-liku. Sedangkan pengetahuan yang berasal dari Tuhan disebut wahyu. Wahyu diturunkan oleh Tuhan melalui malaikat kemudian disampaikan kepada nabi dan rasul untuk disampaikan kepada manusia.

Apa di sini adalah mengenai objek dari suatu peristiwa. Dalam pembahasannya, ada metafisika yang membahas mengenai basic atau hal yang dasar. Faktor panca indera akan sangat berperan dalam mengkaji objek-objek dalam kehidupan. Panca indera akan membantu mengkaji mengenai teori keberadaan, dimana sesuatu yang ada pasti nyata dan ada. Ada dua tafsiran utama tentang metafisika, yaitu mengenai pemikiran supernaturalisme dan naturalisme.

Supernaturalisme berarti ada kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan kekuatan manusia yang ada pada dunia nyata. Dalam kehidupan, ada semacam wujud gaib yang berupa roh yang menjadi kepercayaan. Kepercayaan yang berdasarkan pemikiran supernaturalisme adalah animisme, dimana terdapat kepercayaan terhadap roh nenek moyang manusia.

Ada juga tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti pohon, jalan, dan air terjun. Sementara itu, pemikiran yang merupakan lawan dari supernaturalisme adalah pemikiran naturalisme, dimana orang beranggapan bahwa semua yang ada di alam ini terjadi dengan sendirinya yang merupakan proses di alam nyata.

Aliran yang mengikuti pemikiran naturalisme ini adalah materialisme. Materialisme memandang segala sesuatu itu berdasarkan wujud bahwa sesuatu itu dianggap ada jika mempunyai wujud. Adanya asumsi memungkinkan manusia untuk mengeluakan berbagai kemungkinan- kemungkinan untuk menjawab persoalan.

Persoalan yang ada akan digunakan sebagai cara untuk memperoleh kesimpulan yang akan menjadi pengetahuan. Dalam menyelesaikan suatu permasalahan diperlukan adanya hukum, dimana hukum ini akan menjadi semacam aturan main agar bisa digunakan unuk menjadi pengatur dalam proses pemecahan masalah.

Di dalam suatu asumsi biasanya terdapat pembatasan-pembatasan mengenai beberapa hal yang menjadi inti kajian. Sebagai contoh ilmu fisika mengasumsikan bahwa hal-hal yang dipelajari adalah mengenai keaadan fisik dan perhitungan di dalam alam semesta.

Sedangkan sosiologi membatasi bahasannya pada perilaku dan tindakan masyarakat di dalam kehidupan. Di dalam kehidupan, sifat ilmu tidak akan selamanya mutlak. Ketika ada suatu permasalahan, ilmu akan memunculkan beberapa kemungkinan-kemungkinan jawaban.

Kemungkinan-kemungkinan inilah yang dinamakan probababilitas. Ada peluang untuk menyelesaikan permasalahan dengan alternatif jawaban yang lebih dari satu. Ketika kita ingin mengetahi sesuatu, kita akan mencari cara bagaimana kita bisa mengetahui tentang apa yang ingin kita ketahui. Itulah yang merupakan hakikat epistemologi. Cara yang ingin kita gunakan dalam mendapatkan suatu pengetahuan bukan hanya sekedar cara yang penting kita bisa mengetahui sesuatu, namun bagaimana cara yang benar.

Pada abad pertengahan, segala sesuatu yang diketahui dianggap sebagai pengetahuan. Konsep dasar pada waktu itu adalah kesamaan. Kemudian ketika berkembang abad penalaran, konsep dasar yang semula menggunakan kriteria kesamaan mulai berubah menjadi perbedaan. Pohon pengetahuan pun mulai membentuk cabang-cabang baru yang lebih kompleks. Pada saat itu juga terjadi diferensiasi bidang ilmu yang kemudian mulai mengerucut menjadi ilmu alam dan juga ilmu sosial.

Berpikir merupakan proses bekerjanya akal. Berpikir dilakukan secara alamiah dan secara ilmiah. Berpikir secara alamiah dilakukan pada pola penalaran sehari-hari. Sementara itu, berpikir secara ilmiah menggunakan pola penalaran pada sarana tertentu. Dalam praktiknya, seorang peneliti atau ilmuan harus menggunakan pola pikir secara ilmiah. Tujuan akhir dari sarana berpikir ilmiah adalah agar seseorang dapat berpikir ilmiah dengan baik.

Alat-alat yang digunakan dalam sarana berpikir ilmiah adalah bahasa, matematika, dan statistika. Bahasa merupakan suatu komunikasi verbal. Manusia memerlukan bahasa karena bahasa adalah buah pikiran dari perasaan dan sikap. Bahasa digunakan untuk melakukaan komunikasi ilmiah. Simbol bahasa yang bersifat abstrak memungkinkan manusia untuk memikirkan sesuatu secara berlanjut. Dalam filsafat keilmuan fungsi, memikirkan sesuatu dalam benak tanpa objek yang sedang kita pikirkan membuat manusia berpikir terus menerus dan teratur serta mengkomunikasikan apa yang sedang dia pikirkan.

Komunikasi ilmiah memberi informasi pengetahuan berbahasa dengan jelas bahwa makna yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan dan diungkapkan secara tersusun eksplisit untuk mencegah pemberian makna yang lain.

Karya ilmiah memerlukan tata bahasa yang menjadi aspek logis dan kreatif dari pikiran untuk mengungkapkan arti dan emosi dengan mempergunakan aturan-aturan tertentu. Sementara itu, matematika merupakan bahasa dalam bentuk lambang-lambang. Matematika dapat menutup kekurangan yang terdapat pada bahasa. Kelebihan dari matematika adalah dapat mengembangkan bahasa verbal secara kuantitatif. Contohnya, ketika bahasa mendeskripsikan paus adalah hewan yang besar dan berat, matematika langsung menjelaskan bahwa paus itu beratnya 2 ton.

Bahasa verbal bersifat kualitatif dan apriori asumsi. Matematika digunakan sebagai konsep pengukuran dalam exact sebagai daya prediksi. Sedangkan statistika adalah kombinasi bilangan aljabar yang dapat menarik kesimpulan secara umum. Statistika mampu memberikan kemampuan hubungan dua faktor kebetulan atau tidak dalam empiris.

Ilmu akan berguna bagi perkembangan peradaban manusia. Di dalam kehidupan, ilmu akan saling terkait dengan moral. Masalah moral tidak bisa dilepaskan dengan tekad manusia untuk menemukan kebenaran, sebab untuk menemukan kebenaran dan terlebih-lebih lagi untuk mempertahankan kebenaran, diperlukan keberanian moral. Sejarah kemanusiaan dihasi oleh semangat para martir yang rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan apa yang dianggap benar. Peradaban telah menyaksikan Sokrates dipaksa meminum racun dan John Huss dibakar.

Sejarah tidak berhenti disini, kemanusiaan tidak pernah urung dihalangi untuk menemukan kebenaran. Tanpa landasan moral, ilmuwan rawan sekali dalam melakukan prostitusi intelektual. Seorang ilmuan harus mempunyai tanggung jawab sosial. Bukan saja karena dia adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di masyarakat, tetapi karena dia mempunyai fungsi tertentu dalam keberlangsungan hidup manusia.

Sikap sosial seorang ilmuan adalah konsisten dengan proses penelaahan keilmuan yang dilakukan. Sering dikatakan bahwa ilmu itu bebas dari sistem nilai. Ilmu itu sendiri netral dan para ilmuanlah yang memberikannya nilai. B Taylor pada tahun , lebih dari seratus tahun yang lalu, dalam bukunya Primitive Culture, dimana kebudayaan diartikan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Manusia dalam kehidupannya mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Untuk mendorong adanya kebutuhan hidup inilah yang mendorong manusia untuk melakukan berbagai tindakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut.

Dalam hal ini, menurut Ashley Montagu, kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar hidupnya.

EL BESO DE LA NOCHE SHERRILYN KENYON PDF

RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU KARANGAN JUJUN S. SURIASUMANTRI

Desember 2, I. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang ita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri: apakah sebenarnya yang asaya ketahui tentang ilmu?

HEBREW THOUGHT COMPARED WITH GREEK BY THORLEIF BOMAN PDF

Martin Luther Manao Blog

Penarikan kesimpulan. Ada pun struktur pengetahuan ilmiah sebagai berikut : 1. Teori yang merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Hukum yang merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Prinsip yang dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi.

Related Articles