LAPORAN PRAKTIKUM AMPHIBI PDF

Latar belakang Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan. Pada masa berudu amphibi hidup di perairan. Pada pase ini berudu bergerak dengan ekor. Pada fase dewasa hidup didarat dan bernafas dengan paru-paru dan fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki.

Author:Vudojind Gorn
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):4 December 2017
Pages:326
PDF File Size:4.21 Mb
ePub File Size:11.22 Mb
ISBN:877-3-99567-668-1
Downloads:75251
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mauramar



Pada kedua fase menunjukan sifat antara ikan dan reptile. Hal ini membuktikan bahwa amphi merupakan suatu kelompok cirdata yang pertama kamli keluar dari kehidupan air. Pola perubahan kehidupan di ai dan daratan pada amphibi ditunujkan oleh adanya kaki, paru-paru nostril, merupakan alat yang berfungsi baik darat mapun air. Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat.

Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Katak mempunya perubhan kulit yang selalu basah dan tidak bersisik, mata berkelopak sedangkan skeleton sebagian besar berupa tulang keras. Katak mempunyai suhu tubuh dengan lingkungan sekitarnya poikiloterm. Meskipun terdapat perbedaan, pada amphibi masih mempunyai persamaan dengan ikan.

Amphibi merupakan vetrebrata darat dan diduga berasal dari nenek moyang dengan ikan Jasin, Atau dapat diartikan sebagai hewan bertulang belakang vertebrata dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan Kurniati, Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang.

Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat Kurniati, Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik.

Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat.

Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya.

Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air Jasin, Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya. Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor.

Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Pada kepala mempunyai mulut yang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, terdapat sepasang mata yang bulat, dibelakangnya terdapat 2 lubang pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara.

Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang.

Kaki depan terdiri atas lengan atas brancium , lengan bawah antebrancium , tangan manus , dan jari-jari digiti Jasin, Pada kaki belakang terdiri atas paha femur , betis crus , kaki pes dan jari- jari digiti. Tubuh katak bentuknya bilateral simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Gambar morfologi katak Kotpal, Pada rongga mulut cavum oris , dibatasi oleh maxillae rahang atas , sedangkan dibagian bawah dibatasi oleh mandibula rahang bawah dan oshyoid.

Pada rongga mulut terdapat lingula yang pipih berpangkal pada dasar sebelah antrior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil yang dilapisi oleh lendir dan dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa.

Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris gigi maxillaris , sedangkan dibelakang maxillae terdapat gigi vormerin yang berfungsi untuk menahan mangsa yang akan ditelan. Dekat denta vomerin terdapat dua lubang nares interna yang berhubungan dengan nares eksterna. Glotis terletak pada medium ventral pharynx sebelah belakang lingula yang merupakan pintu menuju ke pulmo.

Dibelakang masing-masing mata di dekat sudut mulut terdapat ostium pharyngeum dari tuba Eustachii yang menghubungkan cavum oris dengan ruang telinga dalam.

Pada katak jantan dari banyak spesies memiliki saccus vocalis saku suara yang terbuka disebelah muka dari ostium pharyngeum auditiivae Eustachii. Saku suara ini dapat dikembang kempiskan sehingga menimbulkan suara Jasin, Fungsi rangka adalah untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang vital, melekatnya otot daging berguna untuk gerak dan berjalan. Pada fase cebong berudu tulang-tulang masih lunak.

Kemudian pada fase dewasa menjadi keras. Tapi pada sambungan-sambungan tulang masih tetap lunak dengan permukaan yang licin. Tempurung kepala,vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale sedang kaki merupakan skeleton appendiculare Jasin, Bangsa Amphibi merupakan Vertebrata yang pertama mempunyai sternum tulang dada tetapi perkembangannya kurang sempurna. Tulang iga hanya pendek dan kurang berkembang sehingga tidak berhubungan dengan sternum seperti yang terjadi pada reptil, burung atau mamal.

Sebagian besar amfibi mempunyai dua pasang tungkai dengan empat jari kaki pada kaki depan dan lima jari kaki belakang. Jumlah jari mungkin ada yang berkurang seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak ada pada Caecillia. Tungkai biasanya tidak mempunyai kuku, tapi ada semacam tanduk pada jari-jarinya. Tulang punggung yang bersambung dengan kepala dan extrimitas berfungsi menyokong tubuh dan melindungi sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyl, yang merupkan silindris, masing-masing vertebrae merupakan satu segmen pendek yang fleksibel seperti vertebrae lainnya.

Tiap-tiap vertebrae terdiri atas centrum atau corpus yang memiliki lengkung atas archus neuralis sebagai tempat sumsum. Sebelah atasnya terdapat cuatan neuralis terdapat sepasang processus articularis yang menyebabkan vertebrae dapat sedikit bergerak; tidak memunyai tulang rusuk costale.

Tempat tumpuan extemitas anterior berupa cingulum cranialis pectoral gridle yang berbentuk sebagai rangka yang melingkari alat-alat dalam thorax. Gamabar anatomi katak Kotpal, Bentuk tulang mempunyai hubungan erat dengan tugasnya. Tulang tempurung kepala bersenyawa, sedang cingulum anterior dengan cingulum posterior merupakan tulang-tulang yang terangkai menjadi satu.

Tulang yang bersenyawa tidak dapat digerak-gerakkan terhadap satu sama lain. Pada humerus dan femur terdapat satu hubungan bentuk bola dan mangkokan yang menyebabkan gerak putar. Hubungan engsel terdapat pada siku dan lutut. Gerakan-gerakan itu dimungkinkan oleh adanya otot ligamen dari jaringan ikat.

Kecuali itu juga disebabkan oleh otot-otot daging yang dapat memanjang dan memendek, sebagai penggeraknya. Pada tulang yang panjang dibedakan atas bagian central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya disebut epiphyse. Pada tulang-tulang yang bersenyawa terdapat hubungan satu sama lain, dan amsing-masing epiphyse dan diaphyse juga terdapat hubungan tidak teratur dan terkunci oleh sutura.

Pada katak sutura masih berupa tulang rawan, sehingga tulang itu dapat tumbuh terus. Pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang keras pada saat tertentu. Dengan demikian pertumbuhan menjadi lebih besar lagi tidak mungkin terjadi Jasin, Sekat horizontal membagi otot dorsal dan ventral. Bagian dari otot epeksial atau dorsal mempengaruhi gerakan kepala. Otot ventral adalah menjadi bukti dalam pembagian otot-otot setiap segmen tubuh amfibi. Selanjutnya otot hipaksial terlepas atau terbagi-bagi dalam lapisan-lapisan, kemudian membentuk otot-otot oblique eksternal,oblique internal dan otot tranversus, sedangkan otot dermal sangat kurang.

Berbagai macam gerakan pada amfibi yaitu, berenang,berjalan, meloncat atau memanjat, melibatkan perkembangan berbagai tipe otot. Beberapa diantaranya terletak dalam tungkai itu dan berupa otot intrinsik. Tubuh katak dan vertebrata lainnya mengandung tiga macam otot daging, yaitu otot daging berserat halus, otot daging jantung, dan otot daging berserat melintang.

Perbedaan itu berdasar susunan secara mikroskopis dan fisologis. Otot daging sebelah luar tediri atas otot daging skletal atau otot daging yang melekat pada tulang-tulang. Otot daging tersebut terkendalikan oleh kemauan pada gerakannya. Masing-masing otot daging itu terdiri atas serat-serat yang satu sama lain digabung oleh jaringan ikat. Kedua ujung biasanya melekat pada tulang yang berlainan Jasin, Lidah berotot dan bfurfate cabang dua pada ujungnya, dan bertaut pada bagian anterior mulut.

Saluran pencernaan mulai dari esophagus bedinding lurus dan besar langsung bersatu dengan lambung. Lambung memanjang dan erkelok ke samping kiri dan berotot. Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan di akhiri oleh anus.

Pada beberapa bagian dari trackus digestoria mempunyai struktur dan ukuran yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagus yang menghasilkan sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk ke dalam vetriculus yang berfungsi sebagai gudang pencernaan.

Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan menjadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim, yang merupakan katalisator. Enzim yang dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak Jasin, Sistem saraf sentral terdiri dari : encephalon otak dan medulla spinalis.

CIRCUITO 7408 PDF

Laporan Praktikum Biologi Dasar Amphibi

Ada 5 systema yang ada dalam tubuh Bufo sp. Antara lain : 1. Systema digestorium System pencernaan pada Amphibi dibedakan menjadi dua yaitu Tractus digestivus saluran pencernaan dan Glandula digestoria kelenjar pencernaan. Tractus digestivus disusun oleh cavum oris, pharynk, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka. Glandula digestoria terdiri dari hepar hati , Vesica fellea kantong empedu , dan pankreas. Systema respiratorium System pernapasan pada Bufo sp.

IJARAH MUNTAHIYAH BITTAMLIK PDF

Pada kedua fase menunjukan sifat antara ikan dan reptile. Hal ini membuktikan bahwa amphi merupakan suatu kelompok cirdata yang pertama kamli keluar dari kehidupan air. Pola perubahan kehidupan di ai dan daratan pada amphibi ditunujkan oleh adanya kaki, paru-paru nostril, merupakan alat yang berfungsi baik darat mapun air. Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air.

LIAHONA JULIO 2012 PDF

Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Zug, Amfibia atau amfibi Amphibia , umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang vertebrata yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang.

KHANAR BACHAN PDF

Amphibi merupakan kelompok vertebrata yang pertama keluar dari kehidupan dalam air. Amphibi mempunyai kulit yang selalu basah dan berkelenjar, berjari atau lebih sadikit, tidak bersirip. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan, mata juga mempunyai selaput yang menutupi mata pada saat berada dalam air disebut membran miktans. Pada mulut terdapat gigi dan lidah yang dapat dijulurkan. Pada saat masih kecil berudu bernapas dengan insang. Setelah dewasa bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan poikioterm.

Related Articles