LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA ENZIM AMILASE PDF

Dame H. Asisten : Nindy Lestarie, S. Si Siti Nuraeni M. Enzim Amilase merupakan komponen yang sangat penting pada proses pencernaan makanan. Enzim ini mengubah karbohidrat menjadi gula yang pada akhirnya diubah menjadi ATP Sumardjo

Author:Goltilmaran Nelmaran
Country:Russian Federation
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):20 September 2004
Pages:232
PDF File Size:20.98 Mb
ePub File Size:15.54 Mb
ISBN:991-8-70891-176-2
Downloads:89093
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mumuro



Dame H. Asisten : Nindy Lestarie, S. Si Siti Nuraeni M. Enzim Amilase merupakan komponen yang sangat penting pada proses pencernaan makanan. Enzim ini mengubah karbohidrat menjadi gula yang pada akhirnya diubah menjadi ATP Sumardjo Enzim amilase yang terkandung dalam saliva dapat menghidrolisis ikatan 1,4-glikosidik yang terdapat dalam amilum menghasilkan dextrin, maltosa, dan sejumlah kecil glukosa dengan konfigurasi gula Endah dan Nafizah Kelenjar jenis histologi sekresi mensekresikan saliva total pd manusia sebanyak 1.

Faktor yang memepengaruhi kerja enzim adalah suhu, pH ,keasaman dan konsentrasi substrat dan kofaktorInhibitor enzim. Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim amilase dalam menghidrolisis adalah suhu. Makin besar perbedaan suhu reaksi dengan suhu optimum, maka aktivitas enzim menjadi rendah.

Selain suhu ada faktor lain yang juga berperan dalam aktivitas enzim yakni pH. Seluruh enzim peka terhadap perubahan derajat keasaman pH. Enzim menjadi nonaktif bila diperlakukan pada asam basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim dapat bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang agak sempit. Diluar pH optimum tersebut, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat. Misalnya, enzim pencerna dilambung mempunyai pH optimum 2 sehingga hanya dapat bekerja pada kondisi sangat asam.

Sebaliknya, enzim pencerna protein yang dihasilkan pankreas mempunyai pH Optimum 8,5. Kebanyakan enzim intrasel mempunyai pH optimum sekitar 7,0 netral. Tujuan praktikum kali ini adalah untuk menunjukkan sifat enzim pencernaan, yaitu menentukan sifat dan susunan air liur, serta menentukan sifat dan susunan getah lambung.

Waktu pelaksanaannya, yaitu pada hari Selasa, tanggal 11 November pukul Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ialah gelas piala, pipet volumetrik, pipet tetes, tabung reaksi, rak tabung reaksi, penangas air, stopwatch, kertas saring, corong, penjepit tabung reaksi, kapas, papan porselen, lakmus FF, dan lakmus MO..

Nilai pH dari masing-masing tabung adalah 1, 5, 7, dan 9. Hidrolisis Pati oleh Amilase Air Liur Sebanyak 0,2 m ai li i an e alam la an pa i a a an i em ian i o o al a n isimpan pa a penan as ai en an s Selanjutnya setiap selang 0,5 menit pindahkan satu tetes bahan percobaan ke papan persolen dan ditetesi dengan pereaksi Yodium.

Percobaan ini dilakukan sampai didapat perubahan warna dari biru, kecoklatan, hingga tak berwarna atau warna larutan sama dengan warna Yodium. Kemudian tambahkan peraksi Benedict dan bandingkan hasilnya. Hidrolisis Pati Mentah oleh Amilase Air Liur Sebanyak 5 mL akuades ditambahkan pada tabung reaksi yang telah terisi sedikit tepung pati, o o a n em ian am a an e es sali a an simpan pa a s selama meni al sa in an i il a n a e a ap produk hidrolisis pati oleh amilase.

Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa Sastrohamidjo Hasil pengamatan tersebut tidak sesuai dengan literatur. Berdasarkan literatur, saliva tidak akan bekerja pada pH di bawah 4 Pratama Ini menandakan adanya kesalahan pada percobaan yang telah dilakukan.

Kesalahan yang terjadi pada percobaan yang telah dilakukan dikarenakan terdapatnya kontaminasi larutan uji dengan larutan lain sehingga hasilnya tidak akurat. Berikut ini tabel yang menggambar pengaruh pada pada aktivitas amilase. Molekul pati mempunyai struktur tiga dimensi berupa spiral, dalam struktur ini molekul pati dapat mengikat molekul iodium secara fisik, dengan cara menempatkan iodium tersebut ke dalam spiral, sehingga kompleks tersebut berwarna biru.

Bila larutan dipanaskan, struktur spiral akan hilang sehingga molekul pati tidak dapat lagi mengikat iodium Almatsier Prinsip uji percobaan ini adalah untuk mengetahui hidrolisis pati matang melalui uji Iod dan Benedict serta mengetahui titik akromatiknya Mark Pati matang yang digunakan merupakan pati yang sebelumnya sudah mengalami pemanasan.

Enzim tersusun oleh protein, sehingga sangat peka terhadap suhu. Pada suhu optimum amilase dapat menjalankan fungsinya mengubah amilum menjadi maltose. Amilum dan dekstrin yang molekulnya masih besar dengan iodium menimbulkan warna biru, dekstrin-dekstrin memberi warna coklat kemerahan.

Sedangkan dekstrin-dekstrin yang molekulnya sudah kecil dan maltosa tidak memberi warna dengan iodium Winarno Adapun datanya terlihat pada tabel 2. Warna jernih terbentuk karena amilum berikatan dengan iod sehingga warna ungu telah mengalami proses hidrolisis menjadi maltosa dan dekstrin yang tidak memberikan warna apabila berada dalam larutan iodium Panil Hasil pengamatan menunjukkan titik akromatik terjadi pada menit ke, hal itu sesuai dengan literature bahwa pati yang matang akan cepat mengalami hidrolisis.

Pada awal pengamatan sampel percobaannya memiliki warna coklat muda yang ditengahnya terdapat titik biru, semakin lama titik biru mulai berkurang dan menjadi jernih kembali, kemudian warna larutannya berubah menjadi warna kuning. Setelah uji Iod, dilakukan uji Benedict yang memberikan hasil negatif.

Uji Benedict menandakan kandungan gula pereduksi meskipun jumlahnya sedikit. Jadi, hasil pengamatan tidak sesuai dengan literatur karena sampel berwarna biru. Setiap uji yang dilakukan pada amilase air liur menggunakan uji Iod dan uji Benedict.

Uji Iod digunakan untuk menentukan ada tidaknya pati, karena pati dengan iod dapat membentuk suatu ikatan kompleks yang berwarna biru. Komponen pati yang berperan yaitu amilosa. Uji Benedict digunakan untuk menentukan adanya gula pereduksi, seperti maltosa dan glukosa dalam sampel.

Larutan tembaga yang basa jika direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk kupro oksida. Pembentukan senyawa ini dapat dilihat pada pembentukan warna hasil reaksi. Salah satu pereaksi yang mengandung termbaga dan basa ialah pereaksi Benedict yang mengandung kupri sulfat, natrium karbonat, dan natrium sitrat.

Pengaruh suhu terhadap aktivitas amilase air liur dilakukan untuk menentukan seberapa besar suhu ketika enzim amilase masih dapat menghidrolisis pati. Enzim amilase dapat menghidrolisis pati menjadi maltosa kemudian hidrolisis akhir maltosa menjadi glukosa Hastuti et al. Maltosa dan glukosa yang merupakan gula pereduksi akan memberikan hasil positif pada uji Benedict, sedangkan pada uji Iod akan memberikan hasil negatif. Hasil negatif pada uji Iod, karena sudah tidak adanya pati akibat terhidrolisis oleh enzim amilase.

Hasil menunjukkan bahwa enzim amilase telah menghidrolisis pati menjadi dekstrin maupun glukosa. Hasil negatif pada uji Benedict dikarenakan enzim amilase belum menghidrolisis pati secara sempurna. Kemampuan hidrolisis enzim amilase lebih lambat pati mentah, karena pati mentah memiliki struktur yang saling berikatan lebih kuat dibandingkan dengan pati matang sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk enzim amilase agar dapat menghidrolisis pati mentah Nisa et al.

Kerja enzim amilase tersebut sangat spesifik terbukti dengan tidak adanya reaksi pada penambahan HCl dan pemanasan. Berdasarkan uji lakmus PP dan merah kongo, saliva memiliki pH asam. Saliva mengandung protein berdasarkan uji Biuret. Hasil positif pada uji Molisch disebabkan adanya sisa makanan pada air liur probandus. Di dalam mulut, enzim yang bekerja adalah enzim amilase.

Enzim amilase pada keadaan netral mengubah amilum menjadi glukosa o dan maltosa. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Hastuti W, Agustien A, Nurmiati. Screening and characterization of amylo- thermophylic bacteria from semurup hot springs, kerinci, jambi. Jurnal Biologi Universitas Andalas. Margareta M. Mark DB. Chem info. Panil Z. Pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas enzim. Jurnal Kimia Indonesia 1 1 : Kimia Organik. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Sumardjo D. Winarno FG. Kimia Pangan dan Gizi. Ensiklopedia Keperawatan. Brahm U, penerjemah. Ilmu Pangan. Philadelphia : Saunders College Pub. Peningkatan stabilitas enzim amilase melalui amobilisasi pada polimer kitosan. Kimia Organik II. Penentuan kadar glukosa dan fruktosa pada madu randu dan madu kelengkeng dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Jurnal Kimia. Penapisan dan karakteristik bakteri selulotik termofilik sumber air panas sungai medang, kerinci, jambi.

Wolpert L. Leo P, penerjemah. Bandung ID : Qanita. Related Papers.

BUZ73A PDF

Loading...

For students who like chemistry and for romantic students :D Rabu, 04 Januari Laporan Praktikum Biokimia : Enzim Pendahuluan Enzim adalah suatu kelompok protein yang menjalankan dan mengatur perubahan-perubahan kimia dalam system biologi. Zat ini dihasilkan oleh organ-organ hewan dan tanaman, yang secara katalitik menjalankan berbagai reaksi seperti pemecahan hidrolisis, oksidasi, reduksi, isomerisasi, adisi, transfer radikal dan pemutusan rantai karbon Timotius Kebanyakan enzim yang terdapat di dalam alat atau organ dari organisme berupa larutan koloidal dalam cairan tubuh seperti, air ludah, darah, cairan lambung, dan cairan pancreas. Enzim terdapat di bagian dalam sel, berkaitan dengan protoplasma.

ITEXTSHARP ADD JAVASCRIPT TO EXISTING PDF

Dari hasil penenlitian para ahli biokimia ternyata banwa banyak enzim mempunyai bukan gugus protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini holoenzim terdiri atas protein apoenzim dan suatu gugus bukan protein. Sebagai contoh enzim katalase terdiri atas protein dan logam. Misalnya askorbat oksidase adalah protein yang mengikat tembaga.

HYMENOPTERA PARASITICA PDF

Beberapa jenis enzim dibutuhkan untuk merombak bahan-bahan molekul organik seperti karbohidrat yang membutuhkan enzim amilase untuk memecah pati, protein yang membutuhkan enzim protease dan lemak yang membutuhkan enzim lipase. Salah satu enzim yang berada didalam tubuh organisme yaitu enzim amilase yang khususnya dapat berasal dari air liur atau saliva. Enzim ini mempunyai suhu dan kondisi optimum tertentu untuk bekerja atau bereaksi dengan baik. Enzim amilase mempunyai peran yang sangat penting untuk kelangsungan hidup organisme karena merupakan salah satu alat pencernaan pertama. Kinerja enzim amilase ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari luar maupun dari dalam tubuh suatu organisme, faktor-faktor tersebut yaitu seperti suhu, pH, dan substrat.

MANUAL DE LA PERFECTA CABRONA PDF

Suhu berpengaruh terhadap fungsi enzim karena reaksi kimia menggunakan katalis enzim yang dapatdipengaruhi oleh suhu. Di samping itu, karena enzim adalah suatu protein, makakenaikan suhu dapat menyebabkan denaturasi dan bagian aktif enzim akan terganggu, sehingga konsentrasi dan kecepatan enzim berkurang. Kenaikan suhu lingkungan akan meningkatkan energy kinetic enzim dan frekuensi tumbukan antara molekul enzim dan substrat, sehingga enzim menjadi aktif. Pada suhu dimana enzim masih aktif, umumnya kenaikan suhu 10oC menyebabkan kecepatan reaksi enzimatis bertambah 1,1 hingga 3,0 kali lebih besar. Pada suhu optimum, kecepatan reaksi enzimatis berlangsung maksimal.

Related Articles